Get woman part of her marriage event please

This is of Christian wedding vow:

“I take this man to be my lawful wedded husband, promise to love and cherish him, in sickness and health, for richer or poorer, for better or worse, and forsaking all others keep myself only unto him, for so long as I live.”

In Moslem wedding ceremony, they do not give the bride so much  part, in fact, without the state embedded  obligation to bride signing the marriage paper, there aren’t any role at all. Just sit and watch. The father of the bride and the groom being the important executant, while father giving a statement handing over his property, the groom say he’s taking the liability. The bride is hiding somewhere,  or sit  besides her partner doing nothing . It is just like shitty shit and no one ever complain of it. Why??

Comments
6 Responses to “Get woman part of her marriage event please”
  1. nabanana says:

    No. The best title is: get the woman a role of her life please.

  2. mitha says:

    bukankah malah si wanita istimewa? bahwa ia dijanjikan untuk dijaga, disayangi diberi hak oleh si suami. dan si suami berjanji di depan semua orang (dan Allah), terutama si ayah yang selama ini mengemban tanggung jawab tersebut?

    perempuan tentu punya kewajiban buat si suami.tetapi dia tidak mengumumkannya di depan majelis tentang kewajibannya itu.

  3. nabanana says:

    hmmm sepertinya bukan keistimewaan ya dibungkam begitu.. mestinya ditanya, apakah kamu benar bersedia ke kedua belah pihak.. dan apa komitmennya dalam membina sebuah lembaga baru itu.. kalo ijab kabul tu kebayangnya kaya serah terima pas jual beli ya..

  4. yanindraputri says:

    tidak..tentu tidak seperti itu.. kan si wanitanya sudah ditanya ketika dilamar..

  5. nabanana says:

    haha.. emang kita beda aliran tul.. menurut gw, akad dalam pernikahan itu suatu perlambang, yang keliatan disitu kok salah satu pihak ada yang ga diikutsertakan.. bukan masalah tanya menanya mau nggak mau tapi ‘peran’ dan ‘keikutsertaannya’ dalam akad itu yang dipertanyakan

  6. yanindraputri says:

    hmm..mungkin..
    tidak berperan aktif bukan berarti tidak dihargai ;)

    ada yang istimewa juga, mahar.
    si perempuan bisa memilih mahar untuknya
    dan selamanya merupakan hak si perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.